RADAR7.COM, Jakarta – Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 bertema “Menyongsong Lima Abad Jakarta Kota Budaya dan Kota Global” di Hotel Acacia, Jakarta, Selasa (16/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi masyarakat Betawi sekaligus menyusun langkah konkret dalam menghadapi transformasi Jakarta menuju kota global menjelang usia lima abad pada tahun 2027.
Rapat kerja tersebut dihadiri jajaran pengurus Bamus Betawi, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan Betawi, serta narasumber dari unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membahas arah pembangunan ibu kota pasca perpindahan status sebagai pusat pemerintahan nasional.
Ketua Umum Bamus Betawi H. Riano P. Ahmad, S.H. menegaskan bahwa rapat kerja kali ini memiliki makna penting karena tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga wadah untuk meningkatkan kapasitas para pengurus dalam memahami berbagai isu strategis terkait masa depan Jakarta.
“Raker ini menjadi sarana konsolidasi organisasi sekaligus peningkatan kapasitas para pengurus agar memahami berbagai isu strategis, regulasi terbaru, serta dinamika pembangunan Jakarta. Masyarakat Betawi harus menjadi bagian dari proses pembangunan, bukan hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri,” ujar Riano dalam sambutannya.
Menurutnya, perubahan besar yang sedang berlangsung di Jakarta menuntut masyarakat Betawi untuk memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap arah pembangunan kota. Oleh karena itu, salah satu agenda utama dalam rapat kerja adalah pembekalan mengenai dokumen perencanaan pembangunan Jakarta, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Bamus Betawi menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dalam menjelaskan roadmap pembangunan Jakarta ke depan, sehingga para pengurus dapat memahami berbagai peluang dan tantangan yang akan dihadapi masyarakat Betawi di masa mendatang.
Riano menilai penting bagi warga Betawi untuk mengetahui arah pembangunan Jakarta dalam satu tahun, lima tahun, hingga dua puluh tahun mendatang. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat Betawi dapat mengambil peran aktif dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari ekonomi, pendidikan, sosial, hingga pelestarian budaya.
“Jakarta sedang memasuki fase baru. Karena itu, masyarakat Betawi harus siap beradaptasi, memahami perubahan, serta mengambil bagian dalam pembangunan agar budaya Betawi tetap menjadi ruh dan karakter utama Jakarta menuju usia lima abad,” tegasnya.
Selain membahas arah pembangunan Jakarta, rapat kerja juga menegaskan komitmen Bamus Betawi dalam mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta yang memberikan penguatan terhadap eksistensi dan peran masyarakat adat Betawi.
Salah satu langkah strategis yang menjadi perhatian dalam rapat kerja adalah penguatan kelembagaan melalui pembentukan dan pengembangan Majelis Kaum Betawi sebagai wadah representatif masyarakat adat Betawi. Kehadiran lembaga tersebut diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat Betawi dalam berbagai kebijakan pembangunan daerah sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya yang telah menjadi identitas Jakarta selama berabad-abad.
Melalui rapat kerja ini, Bamus Betawi berharap dapat menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang bersifat fundamental dan berorientasi jangka panjang. Rekomendasi tersebut nantinya akan menjadi landasan bagi organisasi dalam memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar kuat pada budaya Betawi.
Dengan semangat menyongsong lima abad Jakarta, Bamus Betawi menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara modernisasi kota dan pelestarian warisan budaya, sehingga identitas Betawi tetap menjadi karakter utama Jakarta di tengah perkembangan global.

















